Minggu, 22 Januari 2012

bukan karya tulis ane


 


Salah satu aliran sufiah dalam agama Islam adalah Haq Tarekat Naqsahbandi.  Di Kalimantan Barat ajaran ini berkembang pesat selama tujuh tahun.  Ajaran ini merupakan upaya umat Islam makin mendekatkan diri kepada sang Pencipta demi meraih kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
WAHYU ISMIR, PONTIANAK SUASANA  di Gedung Korpri, Jalan Veteran Sabtu (26/12) terlihat berbeda. Ratusan jamaah Tarekat Haq Naqsahbandi dari berbagai wilayah di seluruh Kalbar hadir di acara Milad ke-7 Tarekat Haq Naqsahbandi Kalbar. Selain Jamaah Tarekat Naqsahbandi, kegiatan ini dihadiri pula oleh Walikota Pontianak, Sutarmiji, Tokoh Masyarakat serta Pengurus Pusat dan guru Mursyid dari Mataram.
Menurut Helmi, Sekretaris Perguruan Tarekat Haq Naqsyabandi Wilayah Kalbar, tema yang diusung dalam Milad kali ini adalah Islam datang membawa rahmat bagi alam semesta, dengan cara selalu melaksanakan perintah Allah SWT. ” Tarekat Naqsyabandi tetap akan mengacu pada syariat Islam. Karena syariat Islam adalah dasar yang harus saya miliki sebelum mencoba pembelajaran yang lain, yakni Tarekat dan Tasawuf Islam,” ujar Helmi.

Diceritakan Helmi, Perguruan Tarekat Haq Naqsyabandi didirikan tanggal 20 April 1960 oleh KH. Syech Abdusshomad Al-Haqqi Habibullah, kemudian selanjutnya bernaung di bawah Yayasan Darul Ulum Asidiqiyah berdasarkan Akta Notaris no. 26 tanggal 21 Juli 1994. Setelah itu diadakan penyempurnaan sesuai peraturan UU yang berlaku maka di dirikanlah yayasan Darul Ismul Haq, berdasarkan Akte Notaris No. 31 tanggal 20 Desember 2006 dengan guru pebimbing KH. Syech Ali Bagi Harta As-Sidiq As-Shomadi asal Mataram dan KH. Syech Agus Sukarmin Al - Fattah Habibullah asal Pontianak.

”Pasang surut Perguruan Tarekat ini ditandai dengan banyaknya tentangan , tantangan, fitnahan dan gunjingan yang menerpa, namun semuanya dapat dilalui dengan sabar, ikhlas dan selamat,” ungkap Helmy.

Dilanjutkan Helmi, Kakanwil Departemen Agama NTB waktu itu, H.L. Nuruddin SH, Kepala Dinas Penerangan Agama NTB, H. Achmad Usman yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTB, dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Unca, waktu itu menepis dugaan dan fitnahan tersebut dengan menyatakan bahwa ajaran yang dikembangkan di Tarekat Haq Nasyabandi adalah benar dan bersumberkan Al Qur’an dan Sunah Rosul.”Dengan demikian, yayasan ini menjadi wadah untuk menjadikan semangat, hati dan cita-cita yang benar dan Haq yang menjadi panduan dan pegangan dalam setiap denyut kegiatan baik untuk urusan dunia maupun akherat,” jelas Helmi.
Ditambahkan Budi Sudarmadi, Bendahara Perguruan Tarekat Haq Naqsyabandi Wilayah Kalimantan Barat, Tarekat Haq Naqsyabandi mempunyai makna sebagai wadah tempat menyatukan hati, semangat dan cita-cita yang benar dalam meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat.”Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi yayasan untuk terus berkembang, skaligus sebagai upaya menyesuaikan diri dengan peraturan perundang yang berlaku yaitu Undang-Undang RI. No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan,” kata Budi.

Kehadiran Yayasan Darul Ismul Haq saat ini, lanjut Budi, bermaksud memberikan kesegaran rohani dan jasmani bagi ummat khususnya dan masyarakat dan masyarakat pada umumnya,melalui kegiatan kegiatan keagamaan, sosial dan kemanusiaan yang dilandasi fondasi iman dan takwa, untuk mendapat ridho Allah SWT dalam mewujudkan kebahagiaan hakiki dunia dan akherat. Kegiatan Yayasan pada awalnya terfokus pada upaya pembinaan kesejahteraan kerohanian dengan melakukan penelitian, pengkajian pengembangan dan pengamalan ajaran Islam secara kaffah melalui Tarekat Haq Naqsyabandi. “Namun sejalan dengan tuntutan zaman yang terus berubah, maka kini dikembangkan kegiatan layanan lebih luas, baik rohani maupun kesejahteraan jasmani, ditujukan untuk kaum muslimin khususnya dan masyarakat pada umumnya,” tutur Budi.

Walikota Pontianak, Sutarmiji mengatakan Tarekat Haq Naqsyabandi merupakan salah satu upaya terwujudnya pribadi muslim yang beriman, cerdas, sejahtera, berakhlak mulia, berjiwa demokratis dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada agama, bangsa dan tanah air. “Semoga dengan ulang tahun ini, Naqsyabandi dapat lebih meningkatkan kesejahteraan lahir dan bathin kaum muslimin khususnya dan masyarakat umum melalui kegiatan nyata dan bermanfaat dengan pondasi iman dan taqwa kepada Allah SWT yang dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan,” ujar Sutarmiji.
Dikatakan Sutarmiji, fungsi sebuah tarekat adalah meningkatkan pengertian, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam secara utuh sempurna berupa Syariat, Thareqat, Haqeqat, dan Ma’rifat. Melalui pengenalan, pengkajian, pemahaman dan pengamalan ajaran Thareqat Haq Naqsyabandi secara baik, benar, dan berkelanjutan dalam upaya mendekatkan diri dan menggapai ridho Allah SWT.

“Tersebarnya ajaran Thareqat Haq Naqsyabandi di seluruh Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya, sebagai perwujudan pelaksanaan iman, islam, dan ikhsan secara utuh dalam kegiatan muamalah maupun ibadah kepada Allah swt. Ajaran yang mengutamakan zikir untuk memperbaiki hati, dengan Sumber Alquran dan Hadits, Silahkan berkembang untuk memperbaiki perkembangan umat. Kalau bisa diperbaiki keimanannnya dan hatinya bisa bersih, sehingga hal yang berkait dengan fitnah dan bid’ah dapat terhindari, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik,” pungkas Sutarmiji.




Kata Kunci : asbal, tarekat, bimbingan
A. Makna tarekat


Ajaran tarekat adalah salah satu ajaran pokok yang ada dalam tasawuf. Ilmu tarekat sama sekali tak dapat dipisahkan dengan tasawuf. Tarekat merupakan tingkat ajaran pokok dalam tasawuf tersebut. Sedangkan ajaran tasawuf adalah ajaran yang diamalkan oleh para sufi terdahulu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (Khalli, 1990 : 10).

Pada masa permulaan hanya terdapat dua macam tarekat, yaitu tarekat Nabawiyah , kemudian tarekat salafiyah . Namun setelah abad ke-2 Hijrah tarekat salafiyah mulai berkembang secara kurang murni. Hal demikian disebabkan antara lain pengaruh filsafat dan alam fikiran manusia telah memasuki Negara-negara Arab. Indikatornya adalah banyak praktek-praktek aliran kebatinan dicampurkan dengan tarekat (Fuad, 1999 : 9).

Ketika itulah muncul tarekat sufiah yang diamalkan oleh orang sufi, dengan tujuan untuk kesucian melalui empat tingkatan yaitu syariat, tarekat. Hakikat dan ma’rifat. Dari tarekat sufiah inilah bermunculan para sufi yang mengajarkan tarekat yang berbeda-beda. Gerakan tarekat menonjol dalam dunia Islam yaitu pada abad ke-12 Masehi . Kemudian disusul oleh tarekat-tarekat yang lainnya (Alwi Sihab, 2001 : 172). Seperti tarekat Syaziliyah, Tijaniyah, Sanusiyah, Rifa’iyah, Syahwardiyah, Ahmadiyah, Mulawiyah, Naqsyabandiyah, Hadadiyah dan lain sebagainya (Fuad, 1999 : 13-21).

Khusus di Indonesia terdapat banyak bentuk tarekat. Ada yang bersifat lokal seperti tarekat Wahidiyah dan Siddiqiyah di Jawa Timur, tarekat Syahadatain di Jawa Tengah dan sebagainya. Ada yang diterima menurut syariat berdasarkan al Qur-an dan Sunnah. Namun ada juga yang keluar dari rel Islam, karena prinsip-prinsip dan praktek yang di ajarkan syeikhnya sebagian bertentangan dengan Islam (Alwi Sihab, 2001 : 174). Mungkin kesan tersebut yang menyebabkan para kiyai di Indonesia mendirikan organisasi Ahlul Tarekat Mu’tabaroh yang menentukan bentuk-bentuk tarekat di Indoesia.

Di Indonesia tarekat yang terbesar adalah tarekat Naqsyabandiyah berikut dengan tiga cabangnya . Tarekat ini di Indonesia terpecah disebabkan karena syeikh Abdul Karim Banten yang merupakan syeikh terakhirnya wafat. Pengarahan beliau dahulunya senantiasa dipatuhi oleh sesama khalifahnya. Sehingga cabang-cabang itu kemudian yang satu dengan yang lainnya tidak lagi saling bergantung (Brunessen : 1992 : 9


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar